contoh kalimat saint ambrose
- You went to Saint Ambrose with Mary.
Kau pindah ke Saint Ambrose mengikuti Mary. - The rite is named after Saint Ambrose, a bishop of Milan in the fourth century.
Ritus ini dinamai dari nama Santo Ambrosius, seorang Uskup Milan pada abad keempat. - Other versions include the Versio ambrosiana "version of Saint Ambrose," Versio Piana "version of Pius XII," and so on.
Versi lainnya termasuk Versio ambrosiana "versi dari Saint Ambrose," Versio Piana "versi Pius XII," dan sebagainya. - Among its past archbishops, the better known are Saint Ambrose, Saint Charles Borromeo, Pope Pius XI and Saint Pope Paul VI.
Beberapa uskup agungnya pada masa lampau yang terkenal adalah Santo Ambrosius, Santo Karolus Boromeus, Paus Pius XI dan Paus Paulus VI. - For many years, Milan's badge was simply the Flag of Milan, which was originally the flag of Saint Ambrose.
Untuk "beberapa tahun" belakangan, lambang Milan memakai sentuhan bendera Milan (flag of Milan), yaitu lambang yang terlihat seperti lambang salib berwarna merah pada lambang Milan, yang aslinya adalah bendera dari Saint Ambrose. - Saint Ambrose saw the Eucharist prefigured both by the manna that provided food and by the water from the rock that gave drink to the Israelites.
Santo Ambrosius melihat pratanda Ekaristi dalam rupa manna yang disediakan sebagai makanan, dan dalam rupa air dari batu yang memberi minum kepada bangsa Israel (bdk. - Joseph would not have taken these words to mean, though, that Mary was to be his wife in the ordinary sense of the word. As Saint Ambrose of Milan wrote,
Joseph tidak akan mengambil kata-kata ini berarti, meskipun, bahwa Maria adalah untuk menjadi istrinya dalam arti biasa kata. Sebagai Saint Ambrose dari Milan menulis, - The death penalty had support from early Catholic theologians, though some of them such as Saint Ambrose encouraged members of the clergy not to pronounce or carry out capital punishment.
Hukuman mati mendapat dukungan dari para teolog Katolik awal, kendati demikian beberapa dari mereka seperti Ambrosius mendorong para klerus agar tidak memaklumkan atau melaksanakan hukuman mati. - The writings of Saint Ambrose (died 397) also show that the requirement that priests, whether married or celibate, should be continent was the established rule.
Tulisan-tulisan Santo Ambrosius (wafat tahun 397) juga menunjukkan bahwa persyaratan mengenai para imam, baik yang telah menikah maupun yang selibat, untuk selalu menahan hawa nafsu adalah sebuah aturan yang tidak dapat dimungkiri.